KEDIRI – Pelayanan Mobil Siaga Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, dikeluhkan warga setelah seorang pasien yang hendak menjalani kontrol ke RSUD Pelem Kediri disebut tidak mendapatkan penjemputan sesuai komunikasi sebelumnya.
Pasien tersebut diketahui bernama Anita Kurniasari, warga Dusun Oro-oro Ombo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Berdasarkan informasi yang diterima, sebelumnya telah dilakukan komunikasi dengan Kepala Desa Karangtengah, Sukarmanto Wijaya, terkait kebutuhan transportasi bagi pasien untuk menjalani kontrol ke rumah sakit.
Dalam komunikasi tersebut, kepala desa disebut menyampaikan kesanggupan untuk membantu mengantarkan pasien menggunakan Mobil Siaga Desa.
Namun, pada Senin, 10 Agustus 2026, pasien bersama keluarganya disebut telah menunggu kurang lebih dua jam, tetapi Mobil Siaga Desa yang diharapkan tidak kunjung datang.
Keluarga pasien juga disebut telah melakukan konfirmasi kembali terkait penjemputan tersebut. Namun, hingga waktu yang dibutuhkan untuk berangkat kontrol, kendaraan yang dijanjikan belum juga datang.
AKHIRNYA DIBANTU DRIVER ONLINE DAN RELAWAN
Setelah menunggu kurang lebih dua jam, Anita Kurniasari akhirnya mendapatkan bantuan dari masyarakat dan relawan yang peduli terhadap kondisi pasien.
Bantuan tersebut datang dari Mas Onjix, seorang driver online yang turut membantu sebagai relawan.
Mas Onjix secara sukarela membantu mengantarkan pasien untuk menjalani kontrol ke RSUD Pelem Kediri. Bahkan, mobil yang digunakan untuk mengantar pasien merupakan mobil yang dipinjamkan oleh Mas Onjix secara GRATIS, tanpa meminta imbalan kepada keluarga pasien.
Dengan bantuan tersebut, pasien akhirnya dapat berangkat ke rumah sakit meskipun sebelumnya harus menunggu cukup lama karena kendaraan yang diharapkan belum datang.
Kepedulian Mas Onjix tersebut mendapat perhatian dari Ketua Rekan Indonesia Kabupaten Kediri, Hari Kuswoyo.
Menurut Hari, bantuan yang diberikan Mas Onjix merupakan bentuk kepedulian nyata masyarakat terhadap warga yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan.
«“Terima kasih kepada Mas Onjix yang sudah membantu mengantarkan pasien dan meminjamkan mobilnya secara gratis. Ini bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat. Namun di sisi lain, kami berharap kejadian seperti ini menjadi evaluasi agar fasilitas pelayanan desa benar-benar dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Hari Kuswoyo.»
REKAN INDONESIA MINTA KLARIFIKASI
Hari menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud mencari kesalahan atau menyudutkan pihak tertentu. Rekan Indonesia Kabupaten Kediri justru mendorong adanya perbaikan pelayanan agar fasilitas yang disediakan pemerintah desa benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, Mobil Siaga Desa semestinya menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial pemerintah desa, khususnya bagi warga yang mengalami keterbatasan akses transportasi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Rekan Indonesia Kabupaten Kediri mendorong Pemerintah Desa Karangtengah memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai kejadian pada Senin, 10 Agustus 2026, termasuk komunikasi sebelumnya dengan keluarga pasien serta alasan tidak terlaksananya penjemputan.
REKAN INDONESIA MENDORONG:
1. Pemerintah Desa Karangtengah memberikan klarifikasi mengenai kronologi pelayanan Mobil Siaga Desa terhadap pasien Anita Kurniasari.
2. Memastikan mekanisme penggunaan Mobil Siaga Desa dapat diakses oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
3. Memberikan kepastian mengenai prosedur dan persyaratan penggunaan Mobil Siaga Desa kepada masyarakat.
4. Memastikan masyarakat kurang mampu tidak mengalami hambatan dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan.
5. Melakukan evaluasi pelayanan Mobil Siaga Desa agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
PELAYANAN PUBLIK HARUS MENGUTAMAKAN KEMANUSIAAN
Rekan Indonesia Kabupaten Kediri menegaskan bahwa pelayanan publik harus mengedepankan kemanusiaan, kepastian pelayanan, dan kepentingan masyarakat.
Terlebih, fasilitas seperti Mobil Siaga Desa diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan transportasi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
«“Bukan mencari kesalahan, tetapi mencari solusi. Bukan mencari keuntungan, tetapi memberikan kemanfaatan.”»
Menurut Hari Kuswoyo, persoalan pelayanan publik harus menjadi bahan evaluasi bersama. Keberadaan fasilitas desa harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan.
“Jangan sampai warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus menunggu berjam-jam atau mencari bantuan sendiri, sementara di desa sudah tersedia fasilitas yang memang diperuntukkan membantu masyarakat,” tegasnya.
Rekan Indonesia Kabupaten Kediri berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penjelasan dari Pemerintah Desa Karangtengah dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap fasilitas pelayanan publik harus dapat digunakan secara tepat, transparan, dan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan.
CATATAN REDAKSI
Pihak Pemerintah Desa Karangtengah, termasuk Kepala Desa Sukarmanto Wijaya, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi yang tercantum dalam rilis ini.
Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi Pemerintah Desa Karangtengah dan pihak-pihak terkait agar informasi dapat disampaikan secara berimbang dan sesuai fakta.
