KEDIRI — Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah digelar di Lingkungan RW 4, Dusun Pule Utara, Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Selain dihadiri warga sekitar, acara juga dihadiri sejumlah perangkat Desa Pule yang turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Ketua Panitia, Juri Harsono, dalam penyampaiannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Maulid Nabi tersebut. Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat, panitia, serta berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan KH. M. Najib Muhammad Al-Imam, Pengasuh Ponpes Al-Madinah Denanyar, Jombang, sebagai penceramah utama. Tausiyah yang disampaikan menjadi salah satu rangkaian utama yang diikuti dengan antusias oleh jamaah.
Kemariahan acara juga semakin terasa dengan hadirnya Tim Hadrah Ashabul Yamin dari Kediri serta Tim Mars Harmoni Muslimat NU Ranting Pule yang turut mengisi rangkaian kegiatan.
Tidak hanya kegiatan keagamaan, suasana di sekitar lokasi juga semakin ramai dengan hadirnya sekitar 50 pedagang yang ikut meramaikan kegiatan. Kehadiran para pedagang tersebut membuat kawasan sekitar acara menjadi lebih hidup dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati berbagai makanan maupun produk yang dijajakan.
Rangkaian kegiatan ini menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Dusun Pule Utara dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Warga, panitia, perangkat desa, hingga para pedagang turut mengambil bagian dalam memeriahkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Untuk menunjang kelancaran kegiatan, panitia juga mendapat dukungan tata suara dari JSL AUDIO, sehingga rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menerapkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Reporter: ANDRIAN ZUDA SAPUTRA
Redaksi: BHAGAWANTANEWS
