NGANJUK — Pemerintah Kabupaten Nganjuk menunjukkan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis dengan menyediakan mobil jenazah gratis bagi warga kurang mampu kategori desil 4 ke bawah, khususnya untuk membantu pemulangan jenazah dari rumah sakit daerah menuju rumah duka.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari REKAN Indonesia Jawa Timur. Namun, apresiasi tersebut sekaligus disertai dorongan agar pelaksanaannya benar-benar mudah diakses, transparan, tepat sasaran, dan tidak diskriminatif.
Bagi REKAN, kehadiran pemerintah dalam situasi duka memiliki nilai kemanusiaan yang sangat penting. Keluarga yang kehilangan anggota keluarga tidak seharusnya kembali dibebani persoalan biaya transportasi jenazah.
Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk memfasilitasi mobil jenazah gratis bagi warga kurang mampu desil 4 ke bawah dari rumah sakit daerah ke rumah duka. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, karena pelayanan publik harus hadir di saat suka maupun duka.”
REKAN: Apresiasi, Tetapi Jangan Berhenti di Kebijakan
Ketua KPW REKAN Indonesia Jawa Timur Bagus Romadon menyambut positif komitmen tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Bupati Nganjuk. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak boleh jauh dari persoalan masyarakat. Ketika rakyat sedang berduka, pemerintah harus hadir memberikan kemudahan, bukan menambah beban.”
Namun, REKAN mengingatkan bahwa kualitas sebuah kebijakan akan terlihat dari implementasinya di lapangan.
“Kami mengapresiasi kebijakannya, tetapi tentu harus dikawal pelaksanaannya. Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya berhak justru kesulitan mendapatkan layanan karena prosedur yang rumit atau informasi yang tidak jelas,” ujarnya.
REKAN Minta Mekanisme Dibuka kepada Publik
REKAN Indonesia mendorong Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan informasi mengenai program tersebut dapat diketahui masyarakat secara luas.
Setidaknya, menurut REKAN, harus tersedia informasi yang jelas mengenai siapa yang berhak menerima layanan, bagaimana cara mengajukan, ke mana masyarakat harus menghubungi, kapan layanan tersedia, serta bagaimana mekanisme pelayanan dalam kondisi darurat.
Transparansi tersebut penting agar program tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Agung Nugroho: Pelayanan Harus Mudah dan Tidak Diskriminatif
Ketua Umum REKAN Indonesia Agung Nugroho turut memberikan apresiasi terhadap kebijakan tersebut.
Ia menilai pelayanan pemulangan jenazah bagi masyarakat kurang mampu merupakan bentuk pelayanan yang menyentuh aspek kemanusiaan secara langsung.
“Kami mendukung penuh kebijakan ini. Tetapi prinsipnya sederhana: layanan harus mudah, jelas, transparan, tepat sasaran dan tidak diskriminatif. Jangan sampai warga yang sedang berduka harus menghadapi birokrasi yang panjang untuk mendapatkan pelayanan,” tegas Agung.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan tidak ada perbedaan pelayanan berdasarkan latar belakang sosial, kedekatan, maupun faktor lainnya. Sepanjang masyarakat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, hak mendapatkan pelayanan harus diberikan sesuai ketentuan.
REKAN Siap Mengawal
REKAN Indonesia Jawa Timur menyatakan akan terus memberikan perhatian terhadap kebijakan pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan, pelayanan sosial, dan pemenuhan hak dasar masyarakat.
REKAN berharap program mobil jenazah gratis di Kabupaten Nganjuk tidak berhenti sebagai kebijakan administratif, tetapi benar-benar menjadi pelayanan nyata yang cepat dirasakan masyarakat kurang mampu.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Pada saat yang sama, kami akan terus mendorong agar komitmen tersebut diwujudkan dalam pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan tidak diskriminatif. Karena ukuran hadirnya negara bukan hanya ketika rakyat membutuhkan pembangunan, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan pertolongan,” pungkas REKAN Indonesia Jawa Timur.
