KEDIRI — Rencana pelaksanaan Dukuh Carnival 2026 di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mendapat perhatian dari Aliansi Kediri Bangkit (AKB). Sorotan muncul setelah wartawan Bhagawanta News melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto, S.H., M.Pd. terkait jadwal pelaksanaan kegiatan, khususnya penggunaan sound system/soundhoreg.
Berdasarkan informasi pada poster kegiatan, Dukuh Carnival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Oktober 2026. Namun, dalam poster tersebut tidak tercantum secara jelas waktu mulai dan berakhirnya kegiatan.
Untuk memastikan informasi tersebut, wartawan Bhagawanta News yang memperkenalkan diri sebagai Zuda, reporter Bhagawanta News, telah mengirimkan pesan WhatsApp kepada pihak Kapolsek Ngadiluwih.
Dalam pesan tersebut, wartawan meminta konfirmasi mengenai waktu dimulai dan berakhirnya kegiatan berdasarkan koordinasi maupun pemberitahuan yang diterima pihak kepolisian.
Namun, hingga konfirmasi tersebut disampaikan, belum terdapat respons dari Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto, S.H., M.Pd.
AKB Soroti Respons Kepolisian
Humas Aliansi Kediri Bangkit, Arif Fatikunada, menyayangkan sikap yang dinilainya slow response terhadap konfirmasi media.
Menurut Arif, pertanyaan wartawan tersebut merupakan hal yang wajar karena menyangkut informasi publik, terlebih kegiatan yang berpotensi melibatkan penggunaan sound system dengan volume tinggi dan berlangsung hingga waktu tertentu.
> “Kami menyayangkan apabila konfirmasi media tidak segera mendapatkan respons. Media memiliki fungsi kontrol sosial dan konfirmasi dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak simpang siur,” ujar Arif.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai cepat atau lambatnya membalas pesan, tetapi menyangkut transparansi, komunikasi publik, integritas, serta ketegasan aparat dalam melakukan pengawasan di lapangan.
> “Kami mempertanyakan integritas dan ketegasan di lapangan. Jangan sampai masyarakat mendapatkan kesan bahwa pengawasan terhadap kegiatan masyarakat tidak dilakukan secara tegas dan profesional,” tegasnya.
Minta Polisi Transparan dan Profesional
Arif juga meminta Polsek Ngadiluwih memberikan penjelasan secara terbuka mengenai jadwal kegiatan, mekanisme pengamanan, serta pengawasan penggunaan sound system dalam Dukuh Carnival 2026.
Menurutnya, aparat kepolisian harus mampu memastikan setiap kegiatan masyarakat berjalan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan ketertiban umum, kenyamanan warga sekitar, dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.
> “Kami tidak mempersoalkan kegiatan masyarakat sepanjang dilaksanakan sesuai aturan. Yang kami dorong adalah transparansi dan ketegasan. Kalau memang sudah ada koordinasi dan izin, sampaikan kepada publik secara jelas, termasuk batas waktu kegiatan,” kata Arif.
Aliansi Kediri Bangkit juga meminta agar tidak terjadi perbedaan perlakuan dalam pengawasan berbagai kegiatan masyarakat.
> “Polisi harus hadir secara profesional dan tidak tebang pilih. Ketika ada pelanggaran, siapa pun penyelenggaranya harus ditindak sesuai aturan. Sebaliknya, apabila kegiatan sudah sesuai ketentuan, masyarakat juga harus mendapatkan penjelasan yang jelas,” tambahnya.
Beri Ruang Hak Jawab
Aliansi Kediri Bangkit tetap memberikan ruang kepada Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto, S.H., M.Pd., Polsek Ngadiluwih, maupun panitia Dukuh Carnival 2026 untuk memberikan klarifikasi mengenai jadwal kegiatan, perizinan, penggunaan sound system, dan langkah pengamanan.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dan dorongan agar pelayanan kepolisian kepada masyarakat maupun media berjalan transparan, profesional, objektif, dan berimbang.
Humas Aliansi Kediri Bangkit
Arif Fatikunada
