KEDIRI, – Munjidul Ibad kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri untuk periode 2026–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XIII yang diikuti puluhan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kota Kediri.
Musda digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri, Minggu (4/10/2026). Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Bagi Munjidul Ibad, atau yang akrab disapa Mas Ibad, kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk melanjutkan sekaligus membenahi gerakan kepemudaan di Kota Kediri.
Memasuki periode kedua, Ibad tidak hanya ingin mempertahankan program yang telah berjalan. Ia membawa misi agar KNPI mampu menjadi ruang bagi pemuda untuk meningkatkan kapasitas, membangun jejaring, serta memiliki kemandirian secara ekonomi.
Salah satu gagasan yang akan diperkuat adalah Activistpreneur.
Konsep tersebut mendorong aktivis pemuda agar tidak berhenti pada kegiatan organisasi, diskusi maupun penyampaian aspirasi. Pemuda juga diharapkan memiliki kemampuan untuk membaca peluang, membangun usaha dan menciptakan nilai ekonomi.
“Kalau sebelumnya aktivis identik dengan banyak retorika, kali ini kita dorong lebih banyak eksekusi dan aksi nyata,” ujar Ibad.
Melalui program Activistpreneur, KNPI akan memberikan pembekalan yang berkaitan dengan dunia kewirausahaan. Di antaranya digital marketing, product branding, packaging serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.
Ibad menilai pengetahuan menjadi salah satu modal utama sebelum pemuda terjun ke dunia usaha. Karena itu, KNPI akan mengutamakan pembekalan sekaligus pendampingan agar ilmu yang diberikan tidak berhenti sebagai teori.
“Kalau tidak dibekali ilmu, kalau langsung terjun ke dunia wirausaha itu pasti tidak maksimal. Langkah kita adalah membekali teman-teman dengan ilmu, kita perbanyak wirausaha, sehingga bisa menjadi bekal untuk menjadi pemuda yang mandiri, minimal mandiri dari sisi ekonomi,” jelasnya.
Menurut Ibad, kemandirian ekonomi penting agar pemuda memiliki ruang lebih luas untuk berkembang sekaligus dapat memberikan kontribusi kepada lingkungan dan daerahnya.
Selain mendorong kewirausahaan, kepengurusan periode kedua juga akan melakukan pembenahan internal. Struktur organisasi akan dievaluasi dan dirampingkan agar lebih efektif.
Pengurus nantinya diharapkan tidak sekadar mengisi struktur, tetapi benar-benar memiliki komitmen serta kesanggupan untuk aktif menjalankan program.
“Ke depan akan kita pilih kembali dan kita minta kesanggupan keaktifannya. Perampingan ini agar struktur kepengurusan DPD KNPI Kota Kediri lebih efisien, praktis, namun tetap aktif dan berjalan optimal,” ungkapnya.
Ibad juga menekankan pentingnya kekompakan antar-OKP. Menurutnya, KNPI harus menjadi rumah bersama bagi pemuda Kota Kediri untuk bertumbuh, meningkatkan kualitas diri dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendorong pemuda agar mengambil posisi lebih besar dalam pembangunan daerah.
Menurut Vinanda, pemuda saat ini tidak harus selalu berada pada posisi mencari pekerjaan. Generasi muda juga memiliki peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan membangun usaha sendiri.
“Kita semua melihat bahwa saat ini banyak sekali pemuda-pemudi yang tidak hanya mencari kerja, tetapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan ini sangat luar biasa,” tutur Vinanda.
Ia berharap KNPI dapat terus mendorong pemuda menjadi subjek dan penggerak pembangunan, dengan mengembangkan gagasan, keterampilan, kreativitas serta keberanian dalam menciptakan peluang positif.
Musda XIII DPD KNPI Kota Kediri mengusung tema “Menguatkan Solidaritas Pemuda, Membangun Kolaborasi, Mengawal Kemajuan Kota Kediri.”
Dengan kembali terpilihnya Munjidul Ibad secara aklamasi, kepengurusan KNPI Kota Kediri periode 2026–2029 kini dihadapkan pada pekerjaan besar: mengubah gagasan menjadi aksi dan mendorong lahirnya aktivis yang tidak hanya kritis serta aktif berorganisasi, tetapi juga produktif dan mandiri secara ekonomi.
BHAGAWANTA NEWS
