Kediri, bhagawantanews.id —Rekan Indonesia Jawa Timur merilis Peta Pelayanan Kesehatan Kabupaten Kediri Tahun 2026 sebagai bentuk evaluasi partisipatif terhadap kualitas layanan kesehatan dasar di wilayah tersebut.
Pemetaan tersebut memuat sebaran fasilitas kesehatan tingkat pertama berupa Puskesmas rawat inap dan non rawat inap yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketua Rekan Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadon, mengatakan pemetaan dilakukan untuk memberikan gambaran objektif mengenai akses pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.
“Peta kesehatan ini menjadi bagian dari kontrol sosial sekaligus dukungan terhadap peningkatan pelayanan publik di sektor kesehatan,” ujar Bagus dalam keterangan tertulis Sabtu, 28 Februari 2026.
Sebaran Fasilitas KesehatanBerdasarkan hasil pemetaan organisasi, Kabupaten Kediri saat ini memiliki 37 Puskesmas aktif, 8 Puskesmas rawat inap, 29 Puskesmas non rawat inap.
Puskesmas rawat inap tersebar di wilayah Kandangan, Ngadiluwih, Gurah, Wates, Kras, Pare, Plemahan, dan Papar yang berfungsi memberikan pelayanan medis 24 jam sebelum rujukan ke rumah sakit.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai membantu mempercepat penanganan pasien di tingkat pelayanan kesehatan dasar.
Kepuasan Pelayanan Masuk Kategori BaikSelain pemetaan fasilitas kesehatan, Rekan Indonesia Jawa Timur juga melakukan survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas di Kabupaten Kediri.
Hasil survei menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 85 persen, masuk kategori baik.Mayoritas responden menilai:pelayanan petugas semakin cepat,tenaga kesehatan lebih ramah,serta akses pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau.
Dorong Pemerataan Layanan KesehatanBagus menegaskan, hasil survei dan pemetaan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi konstruktif bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, peningkatan fasilitas, penambahan tenaga kesehatan, serta penguatan sistem pelayanan menjadi faktor penting menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.
Rekan Indonesia Jawa Timur menyatakan akan terus melakukan pemantauan pelayanan publik sebagai bagian dari peran masyarakat sipil dalam mendukung pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan humanis.
(Redaksi Rekan Indonesia Jawa Timur)
